PDM Banjarnegara, Luncurkan Rumah Mocaf

Permintaan tepung terigu semakin hari mengalami tren peningkatan. Padahal permintaan pasar sangat tidak sebanding dengan produksi dan impor tepung terigu. Menanggapi hal ini alangkah baiknya jika konsumen mulai melirik bahan lain sebagai pengganti tepung terigu.

Lantas, bahan apa yang yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti tepung terigu? Kini di Banjarnegara telah hadir salah satu alternatif pengganti tepung terigu, mocaf namanya. Tepung mokaf adalah tepung yang terbuat dari singkong atau ketela kayu.

Singkong atau ketela kayu merupakan bahan pangan lokal yang banyak dibudidayakan oleh petani. Tanaman ini sangat mudah dijumpai di lahan pertanian warga. Cara menanamnya cukup mudah dan cocok ditanam di berbagai jenis lahan. Singkong dapat ditanam di dataran tinggi, dataran rendah bahkan di lahan tandus pun masih bisa bertahan.

Di Banjarnegara singkong banyak dijumpai di wilayah Banjarnegara bagian selatan. Melihat potensi itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) setempat berusaha melakukan pendampingan kepada petani penghasil singkong. Salah satu produk unggulan yang sedang digalakkan adalah tepung mocaf.

Pada event peringatan hari pangan sedunia tingkat Kabupaten Banjarnegara, MPM bersama Lazismu Banjarnegara akan meluncurkan Rumah Mocaf. Peluncuran Rumah Mocaf dilaksanakan di alun-alun Banjarnegara oleh Bupati Budhi Sarwono (Ahad, 11/11/2018).

Menurut Tristiyanto, dari Lazismu Banjarnegara Rumah Mocaf nantinya akan menjadi wahana untuk menampung, mendistrubusikan dan mempromosikan aneka produk olahan berbahan baku mocaf.  Pada peluncuran rumah mocaf ini juga dikenalkan berbagai menu kuliner mocah seperti; mei mocaf, chikcken mocaf nasi analog, tiwul mocaf dan lain-lain. Di samping itu dikenalkan juga berbagai menu snack mocaf antara lain pie dawet ayu, brownies, kue lumpur risol mayo, dan aneka jenis makanan ringan lainnya.

“Point pentingnya kita ingin mengedukasi masyarakat untuk bisa memilih alternatif bahan pangan selain terigu. Ini merupakan salah satu bentuk jihad Lazismu dalam membangun ketahanan pangan,” tegas Tristiyanto.

Sementara itu, Fajar salah satu staf Dinas Ketahanan Pangan Kab. Banjarnegara manyatakan bahwa dalam gelaran hari pangan ini disajikan berbagai produk olahan dari berbagai bahan baku lokal. Di samping menu berbahan baku mocaf, ada juga makanan dari talas begug, salak dan berbagai bahan lokal yang ada di Banjarnegara. “Pengunjung bisa mencoba makan gratis,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *