Setianya istri, lancarkan suami terima di RS PKU Muhammadiyah Banjarnegara

Argasoka – Purwanto yang selama ini dikenal  sebagai seorang penjual pentol keliling ingin merubah nasib perekonomiannya dengan cara mendaftarkan diri untuk bekerja di RSU PKU Muhammadiyah Banjarnegara di formasi Cleaning Service, dengan harapan besar bisa diterima sehingga mampu memperbaiki kualitas diri dan kualitas perekoniamannya yang selama ini masih dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Mendaftar diri untuk bekerja di RS PKU Muhammadiyah Banjarnegara tentu bukanlah hal yang mudah dan  harus difikirkan secara matang dan mantap, karena menyangkut dengan pekerjaan untuk mencari nafkah keluarga. Namun hal itu sudah dipertimbangkan penuh termasuk dengan istri dan ternyata sang istri sangat mendukung. ”Dari awal mengenai info lowongan lewat salah satu grup WA yang saya ikuti hingga pemberkasan, semua saya lakukan dengan istri karena istri saya sangat mendukung” kata Purwanto saat diwawancarai dirumahnya.

Sebelum mengirim berkas Purwanto dengan istrinya berkunjung ke tempat Bapak Drs. M Farid Makruf selaku ketua umum PCM Argasoka guna meminta surat rekomendasi dari PCM Argasoka terkait dengan surat lamaran yang akan dikirimkan “untuk memenuhi persyaratan lamaran saya dan istri kerumah ketua umum PCM  Argasoka untuk minta surat rekomendasi” sambung purwanto sambil menikmati teh manis hangat buatan sang istri.

Setelah dikirimkannya surat lamaran sembari menunggu dengan harapan lolos pada tahap awal verifikasi berkas, Purwanto selalu berdoa disetiap selesai shalat begitupun sang istri Emi Karyawati. Beberapa hari kemudian HP berbunyi  menandakan sms masuk, segera Purwanto buka dan baca dengan hati penuh dengan was was karena dari sekitar 60 pendaftar di formasi Cleaning Service namun hanya 10 yang akan diterima dan ternyata doa nya terkabul bahwa dirinya lolos dalam tahap awal verifikasi berkas dan akan mengikuti tahap selanjutnya yaitu tes pengetahuan seputar materi kebersihan sebanyak 50 soal. “Alhamdulillah saya lolos ditahap awal beserta 19 pelamar lainnya diformasi Cleaning Service dan saya berharap lolos ditahap tahap selanjutnya hingga nanti diterima” lanjut penuh harapan dari Purwanto

Hingga akhirnya mengikuti tes pengetahuan dan ternyata lolos kemudian mengikuti tes selanjutnya yaitu psikotes dan wawancara.  Purwanto merasa heran dan sempat bingung karena tidak menyangka bahwa saat diwawancarai ada beberapa pertanyaan seputar Al islam dan Kemuhammadiyahan yang diluar pengetahuannya.  “Saat diwawancarai saya sempat bingung karena pertanyaan yang dilontarkan ke saya diluar pikiran saya dan diluar pengetahuan saya, meski begitu tidak membuat saya untuk menyerah saya terus berusaha menjawab dan berharap tetap lolos dan diterima” tegas purwanto.

Perjuangan Purwanto untuk bisa diterima bekerja di RS PKU Muhammadiyah Banjarnegara tidaklah mudah dan lancar karena tepat hari Ahad (25/10) Purwanto mengikuti tes dengan ditemani oleh istri dan anak ketiga  yang sangat setia menemani meskipun harus basah kuyub kehujuanan dan sedikit merasa sedih bukan karena waktu tes yang terlalu lama dari pagi hingga sore, namun sedih karena  sisa uang  ditas sebanyak lima puluh ribu rupiah hilang begitu saja entah dimana, dan bagaimana hilangnya Purwanto, istri dan anaknya tidak mengetahui. “sempat saya sedih karena hujan deras mengguyur kami dan uang hilang entah kemana, namun saya hanya mencoba berfikir positif bahwa uang  yang hilang itu mungkin memang belum rezeki saya” tutur kisah Purwanto yang masih terheran.

Selang beberapa hari kemudian setelah tes psikotes dan wawancara nasib baik menghampiri Purwanto karena  pihak panitia sms kepadanya mengabarkan bahwa Purwanto telah diterima sebagai salah satu pekerja RS PKU Muhammadiyah dibagian Cleaning Service. Ucap syukur Purwanto yang telah diterima dan yang merasa beruntung  mempunyai istri yang  setia menemani perjuangnnya dari awal mendapat informasi ada lowongan pekerjaan sampai akhirnya  diterima sebagai pekerja. “ Alhamdulillah, Allah mengabulkan doa saya dan doa istri saya karena akhirnya saya diterima, saya merasa bersyukur mempunyai istri yang mau menemani perjuangan saya mendaftar dari awal sampai akhir”  terang syukur Purwanto

Keberuntungan nasib  85 orang  yang telah diterima sebagai pekerja RS PKU Muhammadiyah Banjarnegara di setiap bagiannya masing-masing, Purwanto adalah termasuk didalamnnya karena telah berjuang mengalahkan pesaing pesaingnya sejak awal pendaftar yaitu sebanyak 1.500 pelamar, hal itu diumumkan lewat SMS dan media internet berupa facebook. Untuk kelanjutan kapan mulai bekerja dari 85 orang tersebut akan diinformasikan kembali lain hari, namun ada sedikit instruksi bahwa setiap pelamar yang diterima harus memberi uang jaminan terlebih dahulu dengan nominal sesuai dengan formasinya masing masing. “Sebelum mulai bekerja seluruh pelamar yang diterima harus membayar uang jaminan yang bervariasi sesuai dengan aturan dari formasi masing masing., khusus untuk formasi Cleaning Service yaitu sebanyak lima juta yang nantinya akan dikembalikan setelah bekerja selama satu tahun” ujar Purwanto

Kini Purwanto harus mengikhlaskan jualan pentolnya karena harus mulai membuka lembaran nafkah baru melalui kerja di RS PKU Muhammadiyah Banjarnegara dan semoga apa yang diharapkan Purwanto dapat diraih yaitu memperbaiki perekonomiannya selama ini, dia juga akan lebih giat lagi berdakwah di Muhammadiyah Argasoka salah satunya yaitu aktif ikut pengajian rutin sebagai ucapan terimakasih dan rasa syukur telah diterima. “ mulai sekarang saya akan lebih giat lagi dalam bermuhammadiyah khususnya di Argasoka salah satunya yaitu mengikuti pengajian dengan rutin” kata akhirnya.

Dalam hidup memang semua perlu perjuangan begitupun Purwanto yang ingin merubah nasibnya dan ingin berjuang di jalan Allah lewat RS PKU Muhammadiyah Banjarnegara. Purwanto dan istrinya juga percaya akan QS. Muhammad ayat 7 bahwasannya barang siapa menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita dan meneguhkan kedudukan kita. “Saya percaya akan kuasa Allah, kita tolong Agama Allah maka kita juga akan ditolong oleh Allah” ujar Emi Karyawati istri dari Purwanto

Niat kuat dari Puwanto dan Emi Karyawati akhirnya berujung manis, karena memang disetiap hebatnya seorang suami pasti ada jerih payah seorang istri yang ikut membantu baik dari doa, dukungan maupun tindakan. Suami adalah pemimpin keluarga namun tanpa adanya kerja sama yang baik dengan istri suami bukanlah apa apa. (Ravel-Tim Media Banjarnegara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *