Peserta Baitul Arqom Tertua dan Termuda Yang Menginspirasi

Tepuk tangan meriah menggema saat peserta tertua Baitul Arqom PCM Gabungan,Blambangan, Bawang, Binorong dan Pucang menyampaikan kesan dan pesan mewakili peserta, saat upacara penutupan. Kader Aisyiyah itu bernama Siti Rofiah, adalah anggota Pimpinan Aisyiyah Cabang Blambangan berusia 71 tahun, yang cerdas,percaya diri dan kocak. Tinggal di lingkungan yang minoritas wargaMuhammadiyah, ghirah berdakwah dan menggerakkan persyarikatan sungguh pantas diapresiasi. Demikian juga selama mengikuti kegiatan Baitul Arqom, peserta yang satu ini disiplin dan selalu aktif. Ketika materi outbond, bersama denganpeserta lain yang jauh lebih muda tidak terlihat tua, karena segala permainandia ikuti dengan penuh semangat.

“Matur nuwun sanget dumateng penyelenggara lan instruktur saking daerah ingkang sampun ngaturi materi ingkang manfaat, mugi kita tambah semangat bermuhammadiyah. ( Terima kasih sekali kepada penyelenggara dan instruktur dari daerah yang sudah memberikan materi yang bermanfaat, semoga kita tambah semangat dalam bermuhammadiyah)” ungkapnya saat memberikan kesan penyelenggaraan Baitul Arqom PCM se Kecamatan Bawang. Dikatakannya bahwa usia tidak boleh menjadi alasan untuk tidak bergerak dalam persyarikatan. Beliau yang tinggal di lingkungan yang minoritas warga muhammadiyah, di dukuh Banagara, Mantrianom  mengatakan bahwa pengajian ditempatnya terus dilaksanakan, walaupun jamaahnya lebih banyak dari kalangan Muslimat dan Fatayat. Gerakan tubuhnya yang sudah tidak bisa cepat lagi, sama sekali tidak nampak ketuaan dan kelambanannya

Baitul Arqom gabungan PCM se Kecamatan Bawang itu dilaksanakan dua hari, Senin- Selasa, 17 -18 Desember 2018. Merupakan Baitul Arqom dengan peserta terbesar, hampir 200 orang terdiri dari warga Muhammadiyah, Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah serta beberapa guru sekolah/ madrasah Muhammadiyah di Kecamatan Bawang. Pada saat upacara penutupan, panitia penyelenggara meminta peserta tertua dan termuda untuk menyampaikan kesan dan pesan. Ternyata pilihan panitia tidak keliru, karena dua peserta yang ditunjuk, tidak hanya karena tertua dan termuda tapi sungguh bisa menginspirasi seluruh peserta Baitul Arqom, panitia dan juga instruktur serta narasumber dari Majelis Pendidikan Kader dan PDM Banjarnegara. Untuk mengapresiasi keduanya, sebelum menyampaikan kesan dan pesannya, panitia memberikan sekedar doorprize kepada mereka.

This image has an empty alt attribute; its file name is BA-2-576x1024.jpg

Gilang Septiawan Subekti, peserta termuda pada Baitul Arqom PCM se-Kec. Bawang

Adalah Gilang Septiawan Subekti yang tinggal di Pejaten Blambangan, peserta termuda dari PCPM Blambangan. Dia menjadi peserta Baitul Arqom bersama bapaknya, Imam Subekti yang juga aktifis di Muhammadiyah Cabang Blambangan.  “Saya masih muda, umur saya 19 tahun, tapi mungkin kelihatan sudah agak tua”, katanya sambil memegang jenggotnya yang belum begitu panjang. Pengakuan yang agak kocak itu disambut tawa dan tepuk tangan semua peserta dan undangan yang hadir pada acara penutupan Baitul Arqom di Aula TPQ Muhammadiyah Blambangan itu. Selanjutnya dikatakan bahwa ia tinggal di lingkungan yang mungkin hanya keluarganya saja yang Muhammadiyah. Namun katanya, jiwa Muhammadiyah yang diterima dari orangtuanya dan aktifitasnya sebagai sekretaris Pemuda Muhammadiyah Blambangan, ditambah dengan pendalaman materi dan pengalaman mengikuti Baitul Arqom, memberikan  bekal kepercayaan diri dan semangatnya untuk terus berkiprah di persyarikatan Muhammadiyah.

Alumnus SMA negeri 1 Banjarnegara yang saat ini masih kuliah di Fakultas Hukum Undip Semarang ini, benar benar bisa menjadi teladan tidak hanya bagi teman teman seusianya, tapi juga bagi warga Muhammadiyah pada umumnya tentang semangat ber-Muhammadiyah walaupun tinggal di lingkungan minoritas. Bahkan Imam Subekti bapaknya, mengatakan bahwa ibunya juga masih harus mengikuti kegiatan muslimat di lingkungan tempat tinggalnya. Secara kultural kita harus bisa bekerja sama dengan berbagai komunitas Islam dalam rangka menjaga ukhuwah islamiyah. ( Agus H, MPK PDM )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *