Gembleng Militansi Kader, PCM Wanayasa Adakan Kegiatan 3 in 1

Bertempat di MBS Wanayasa Senin hingga Selasa, 16 – 17 Rabbiul Akhir 1440 H digelar 3 kegiatan sekaligus. Tiga kegiatan tersebut adalah Baitul Arqam Muhammadiyah, Pelatihan Mubalighot Aisyiyah, dan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah. Kegiatan diikuti lebih dari 120 peserta dari unsur pimpinan cabang, utusan ranting, dan ortom se-Cabang Wanayasa.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wahyudin, S.Ag, M.SI dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara. Dalam sambutannya, Wahyudin mengutip pendapat Prof. Dr. H. Suparman Syukur, MA tentang karakteristik yang disematkan pada warga Muhammadiyah dan NU. Menurutnya; “Warga Muhammadiyah bisa berbaris tetapi tidak bisa berkumpul, sebaliknya warga NU bisa berkumpul tetapi tidak bisa berbaris.”

Lebih lanjut Wahyudin menjelaskan, Prof. Dr. H. Suparman Syukur, MA mengambil istilah “baris dan kumpul” yang biasa digunakan dalam peraturan baris berbaris (PBB). Hal tersebut untuk menggambarkan kebiasaan di kalangan Muhammadiyah bahwa untuk mengumpulkan warga dalam jumlah besar sangat sulit. Namun demikian ketika mempunyai rencana atau program biasanya cepat terwujud. Sebaliknya di kalangan NU kebiasaan berkumpul bagi warganya sepertinya sangat mudah, namun jika mempunyai rencana biasanya cukup lama dalam mewujudkannya. Wahyudin berharap melalui Baitul Arqam dan kegiatan pengkaderan lainnya dapat mengubah stigma tersebut. Warga Muhammadiyah di samping mahir berbaris juga bisa berkumpul.

Sementara itu, Widyasmara dalam sambutannya mewakili panitia berharap agar peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Mungkin selama ini praktik beribadah yang kita laksanakan ada yang melenceng dari tuntunan, baik tuntunan dalam Alqur’an maupun hadits. Saatnya kesempatan ini kita gunakan untuk men-charge pemahaman keagamaan kita. Kepada para instruktur, Widyasmara yang juga ketua PCM Wanayasa berharap agar materi yang diberikan jangan terlalu banyak teori. “Berikan hal-hal praktis yang bisa diterapkan dalam keseharian warga Muhammadiyah Wanayasa,” tegasnya.

Menangggapi harapan Ketua PCM Wanayasa, Sonaji dari MPK Banjarnegara menjelaskan bahwa materi Baitul Arqam sudah disesuaikan silabus yang disusun oleh Majelis Pendidikan Kader (MPK). Narasumber yang dihadirkan merupakan para tokoh Muhammadiyah Banjarnegara. Ada HM. Fahmi Hisyam, S.Ag, Drs Moh. Sobri, H. Ahmad Solihun, S.Kom, , Wahyudin, S.Ag, M.SI, H. Kus Indarto, S.Ag, dan H. Indra Jaya, SP. Sedangkan materi perkuliahan meliputi; Metodologi Pemahaman Agama Islam, Hakikat Islam, Profil Kader dan Perjuangan Tokoh Muhammadiyah, Tuntunan Ibadah sesuai Tarjih, Gerakan Dakwah Jamaah, Hirarki dan Tata Aturan dalam Muhammadiyah, dan Pengembangan Cabang dan Ranting. “Peserta diharapkan menginap karena kegiatan untuk besok dimulai pukul 03.00 dengan salat malam berjamaah, dilanjutkan kuliah pagi, olahraga dan outbound ringan,” demikian tegas Sonaji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *