SD Mutiara Meraih Bintang

Argasoka-SD Mutiara singkatan dari SD Muhammadiyah Tiga Banjarnegara adalah satu satunya Amal Usaha yang dimiliki oleh PCM Argasoka ditingkat SD. Karena itu apapun kegiatan di SD Mutiara PCM Argasoka sangat mendukung selama kegiatan tersebut bermanfaat untuk peserta didik.

Senin (7/1) SD Mutiara mengikuti pertandingan Kejurda Tapak Suci Kabupaten Banjarnegara yang pesertanya adalah peserta didik dari usia SD hingga SMA sederajat yang bertempat di Aula SMA N 1 Bawang. Kejurda tersebut diselenggarakan oleh panitia dari Pimpinan Daerah Tapak Suci Banjarnegara, Fajar Mujiono adalah sebagai ketua panitia kegiatan tersebut.

Pertengahan Bulan Desember 2018 info Kejurda telah disampaikan oleh pelatih tapak suci SD Mutiara yaitu Eris dan Aulia yang saat ini masih duduk di kelas 11 SMA Muhammadiyah 1 Banjarnegara. Kedua pelatih ini memang masih sangat muda namun bertalenta pasalnya baru beberapa bulan menjadi pelatih di SD Mutiara sudah siap untuk mengirimkan anak ikut dalam pertandingan Kejurda 2019.

Begitu info disampaikan kepada Mutiarawan/laki-laki dan Mutiarawati/perempuan selanjutnya berlatih dengan giat dan rutin yang bertempat di SD Mutiara dan gedung Dakwah PDM Banjarnegara. Selang 2 pekan berlangsung  tibalah saatnya untuk menyeleksi mutiarawan dan mutiarawati siapakah yang betul betul punya potensi untuk menampilkan yang terbaik dalam Kejurda.

Terpilihlah 9 anak yang akan mengikuti, kemudian dikonsultasikan kepada Kepala Sekolah SD Mutiara untuk memepertimbangkan segala sesuatunya, akhirnya diputuskan bahwa yang mengikuti hanya 4 anak yakni Indra, Irfan, Nabil dan Bening atas nama SD Mutiara dan 1 anak yaitu Dika atas nama Cabang Banjarnegara, sehingga ada 5 anak yang terpilih untuk ikut pada ajang Kejurda tapak Suci Banjarnegara.

Pagi hari Senin (7/1) sudah sebagai tradisi SD Mutiara melaksanakan apel pagi dan dilanjutkan doa bersama untuk keselamatan  Mutiara dan Mutiarawati yang terpilih ikut Pertandingan Kejurda dan berharap mampu menampilkan yang terbaik sehingga dapat mengharumkan nama SD Mutiara. “Indra dan teman teman semua kalian pasti bisa,  teruslah berfikir positif dan jangan berdoa jelek untuk lawan kalian namun berdoa lah yang baik baik untuk kita semua dan khusus Indra dan Dika minimal kalian punya target meraih juara 3 karena kalian punya pengalaman pernah bertanding pada tahun lalu” sahut penuh harapan Ravel Prapanca yang saat ini diamanahi sebagai guru kelas 3.

Upacara pembukaan selesai pertanda bahwa pertandingan akan segera dimulai, awal yang bertanding dari SD Mutiara adalah Indra di kelas F /30-32 kg melawan dari perwakilan Cabang Punggelan, diikuti selanjutnya oleh Nabil di kelas D kemudian Dika di kelas H dan terakhir Bening dikelas C, sedangkan Irfan sebagai peserta tunggu di pertandingan selanjutnya yaitu pertandingan ke dua. Dari ke empat peserta SD Mutiara yang main pada pertandingan pertama alhamdulillah semua menang dan berhasil lolos pada pertandingan ke dua, sampainya dipertandingan ke dua semua juga alhamdulillah lolos namun keberuntungan belum berpihak pada Irfan meskipun tanding tunggu namun sangat disayangkan tanding kali pertamanya belum membuahkan hasil yang maksimal dan mesti berlatih lebih matang lagi. “gak papa kamu hebat fan, kamu tetap juara untuk Mutiara” motivasi Eni Winarti yang sekarang menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Mutiara.

Hingga pertandingan ketiga alhamdulillah 4 anak berhasil meloloskan diri masuk partai final pada kelas masing masing. Sebuah pengalaman berharga untuk anak anak SD Mutiara karena dari 5 anak yang mengikuti perlombaan kejurda 4 anak berhasil lolos pada partai puncak, besar harapan baik dari anak maupun pendamping dan pelatih agar bisa meraih juara 1, karena semua diluar dugaan dan diluar target para pendamping peserta lomba mampu tembus ke partai puncak.

Dalam partai puncak 4 anak yang mengawali bertanding ialah Nabil di kelas D melawan peserta dari MIM Mertasari, harapan penuh dengan rasa was was pasalnya pada pertandingan pertamanya Nabil sempat mengalami cedera ringan pada kaki kiri sehingga Nabil harus menahan sedikit rasa sakit akibat cedera tersebut, hingga ronde kedua berakhir tibalah penentuan juara 1 dan 2, dari ketiga juri hanya satu yang mengangkat bendera biru menandakan bahwa nabil yang menang, namun keputusan tetap pada bendera merah yang menang karena dua bendera merah dari juri yang bekibar menandakan lawan dari Nabil yang menang. Selanjutnya ialah Indra yang kan bertanding di partai final juga. “ingat ya ndra, apa yang sudah kita pelajari bersama digunakan, bagaimana cara menyerang dan bertahan. Dan kamu harus lebih waspada karena lawan mu nanti agak kuat dan mempunyai teknik yang bagus dan sering membuat lawan terjatuh” Ucap Aulia sang pelatih sambil memeperagakan gerakan cara  melawan dan bertahan.

Tiba saatnya Indra tanding di partai final, dengan kekuatan dan doa yang selalu terucap alhamdulillah Indra mampu mengalahkan lawan dengan pertandingan yang terpaksa harus dihentikan pasalnya lawan dari Indra tidak mampu untuk melanjutkan pertandingan karena sudah satu kali ketendang tepat dibagian tubuh yang rawan dan satu kali dijatuhkan oleh Indra, sehingga juri menyatakan bahwa Indra Juara 1 pada kelas F, sungguh situasi yang sangat tak terduga Indra akhirnya mampu mengalahkan lawannya.

Di gelanggang/arena lain dalam waktu yang bersamaan dengan pertandingan Indra, Bening pun juga sedang mengadu kekuatan dan taktik agar mampu menampilkan yang terbaik, namun hingga ronde ke dua selesai dan juri menyatakan bahwa Bening hanya mampu meraih juara 2, sedangkan selang dua partai selanjutnya saatnya Dika bertanding melawan MIM Mertasari, sama seperti teman lain doa dan harapan besar untuk dapat bermain apik dan memenangkan pertandingan Dika telah siap untuk melawan. Dengan segala kemampuan yang ada dikeluarkan dan dengan kekuatan terampuh yaitu tendangan kaki kanan, Dika terus mencoba untuk membuat lawan kalah. Alhamdulillah alhasil keluarlah Dika sebagai pemenang Juara 1 di kelas H.

Akhirnya perjuangan keras anak anak membuahkan hasil yang cukup bagus dengan membawa total 4 piala, yang dua piala sebagai juara 2, dan dua lain sebagai juara 1. Syukur tak terhingga atas bantuan Allah dan segenap doa, dukungan serta bantuan lain yang diberikan dari teman teman anak, para guru, pelatih, serta para walimurid yang mendukung penuh. Kejurda tahun 2019 kali ini adalah awal indah karena alhamdulillah SD Mutiara mampu menghasilkan mutiara mutiara yang bersinar di awal tahun ini dan besar harapan  dari Kepala Sekolah dan segenap guru semoga dalam perlombaan perlombaan fisik maupun akademik  selanjutnya SD Mutiara mampu meraih bintang kembali agar mutiarawan dan mutiarawati akan lebih semangat lagi dalam sekolah dan khusus para orang tua akan merasa lebih bangga karena mempunyai anak layaknya bintang yang bersinar di usia yang masih muda. Ravel_Tim Muhammadiyah Banjarnegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *