BTM Banjarnegara Buka Cabang di Wanayasa

Kantor Cabang Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah – Baitut Tamwil Muhammadiyah (KSPPS – BTM) Banjarnegara resmi dibuka di Wanayasa. Dengan adanya kantor cabang baru ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga persyarikatan dan masyarakat di Wanayasa. Demikian disampaikan Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara Solihun ketika memberikan sambutan pada Tasyakuran Gedung Baru KSPPS BTM Banjarnegara Cabang Wanayasa, Selasa (5/2/2019).

Lebih lanjut Solihun menjelaskan, bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan memiliki tiga komponen yang menggerakkan sistem yaitu; jamiyah (organisasi), imamah (kepemimpinan) dan jamaah (umat). Ketiganya merupakan satu kesatuan dan sekaligus menjadi pilar penegak dan penggerak. Maka tidak mengherankan jika Muhammadiyah memiliki potensi aset ekonomi yang sangat besar, bahkan menurut paparan Pimpinan Pusat Muhammadiyah jumlah aset muhammadiyah yang terkumpul di sejumlah bank mencapai angka Rp50 triliun.

“Namun sangat disayangkan dari angka itu, sejauh ini hanya 10 persen saja yang bisa dimanfaatkan Muhammadiyah, sisanya orang lain yang memanfaatkan,” terang Solihun.

Dengan kondisi tersebut, Solihun berharap BTM mampu menangkap peluang untuk mengelola aset-aset ekonomi Muhammadiyah. Keberadaan BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi Muhammadiyah dalam menjalankan gerakan dakwah.

Untuk menjadikan BTM Banjarnegara kuat, Solihun berharap kepada seluruh anggota dan amal usaha Muhammadiyah (AUM) untuk bersinergi secara mutualisme, dengan cara menempatkan dananya serta aktif melakukan peminjaman kepada BTM. “Jika sinergisitas ini terjadi Muhammadiyah akan memperoleh manfaat yang sangat besar dari BTM,” tegas Solihun.

Sementara itu dalam sambutannya Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wanayasa Widyasmara menyampaikan ucapan selamat atas diresmikannya kantor cabang baru. Widyasmara menjelaskan, bahwa warga Wanayasa pernah mempunyai pengalaman pahit dengan BMT waktu itu.  Oleh karena itu, ia berharap agar pimpinan dan karyawan BTM lebih proaktif memberikan edukasi tentang ekonomi syariah. “Pelayanan yang baik, ramah, dan kepastian dana simpanan bagi nasabah akan menghapus trauma masa lalu,” harap Widyasmara. (Rokhmani – Tim Media PDM Banjarnegara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *