Geliat Ranting di PCM Wanayasa

Dalam sebuah kesempatan Ketua PBNU, Slamet Effendi Yusuf, menyatakan kekagumannya terhadap Muhammadiyah. Ada tiga hal yang membuat kagum salah satu pimpinan NU itu yakni;  1) Pemilihan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang selalu berjalan dengan tertib, lancar dan damai tanpa konflik dan benturan yang berarti, 2) Penguasaan aset Muhammadiyah dari tingkat Ranting hingga Wilayah beserta seluruh AUM tersentral di PP Muhammadiyah, dan 3) Persyaratan berdirinya Ranting dan Cabang Muhammadiyah yang berupa Pengajian dan AUM.

Berkaitan dengan pendirian Ranting, AD/ART Muhammadiyah pasal 5 ayat 2 mensyaratkan sekurang-kurangnya mempunyai; 1) Pengajian/kursus anggota berkala sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan, 2) Pengajian/kursus umum berkala, sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan, 3) Mushalla/surau/langgar  sebagai pusat kegiatan, dan 4) Jama’ah.

Dari keempat persyaratan di atas, yang merupakan ruh dari sebuah ranting dan cabang adalah pengajian. Aktif tidaknya ranting atau cabang dapat dilihat dari pengajiannya. Ranting atau cabang yang tidak mempunyai pengajian menunjukkan ranting/cabang tersebut sedang menuju kematiannya.

Menyadari pentingnya hal tersebut,  PCM Wanayasa selalu menggiatkan pengajian baik di cabang maupun ranting. Di cabang ada pengajian pimpinan dan pengajian umum yang dilaksanakan secara berkala. Demikian juga di tiap-tiap ranting. Dari pertemuan atau pengajian itulah berbagai permasalahan keumatan dapat dimusyawarahkan dan dicarikan solusinya.

Contohnya di Cabang Wanayasa meskipun ada program pembangunan MBS, program-program di ranting juga tetap berjalan. Bahkan greget-nya sudah mulai terlihat. Berikut ini adalah geliat di ranting-ranting yang ada di Cabang Wanayasa:

  1. Peluncuran Mobil Lazismu di Ranting Balun

PRM Balun merupakan salah satu ranting di Cabang Wanayasa yang sempat vakum beberapa tahun. Namun berkat kegigihan para kadernya, kini PRM Balun mulai bangkit kembali. Program demi program mulai menampakkan hasilnya. Salah satunya adalah pengadaan mobil layanan umat Lazismu. Mobil Layanan Umat Lazismu ini secara resmi di-launching Jumat (4/1/2019).

2. Pembukaan Lahan untuk MI di Ranting Kasimpar

Tekad yang kuat untuk memiliki AUM yang representatif mendorong PRM Kasimpar bergotong-royong meratakan tanah untuk memindahkan gedung MI dari tempat lama ke lokasi baru yang lebih strategis. Gotong-royong meratakan tanah ini dilakukan secara bergilir dimulai sejak Jumat (25/1/2019).

3. Pengecoran Lantai 2 MI di Ranting Pagondangan

PRM Pagondangan juga termasuk ranting aktif di Cabang Wanayasa. Ranting ini merupakan satu-satunya yang sudah memiliki gedung dakwah relatif memadai. Selesai membangun gedung dakwah warga Pagondangan tak tinggal diam. Sejak Ahad (10/2/2019), warga bergotong-royong melaksanakan pengecoran lantai 2 guedung MI Muhammadiyah Pagondangan.

4. Pembangunan Gedung Dakwah di Ranting Penanggungan

Tak mau ketinggalan dengan ranting lainnya PRM Penanggungan merencanakan pembangunan gedung dakwah. Mengawali pembangunan, warga bergotong-royong melakukan penggalian calon fondasi gedung Ahad (10/2/2019).

Semangat warga untuk menghidupkan persyarikatan tidak hanya dilakukan oleh ranting-ranting  tersebut di atas. Jauh sebelum itu, Ranting Wanayasa sudah memulai dengan kegiatan pengerasan halaman MI Muhammadiyah Wanayasa. Hal yang sama juga dilakukan oleh Ranting Piasa. Bahkan PRM Piasa tidak hanya bergotong-royong melakukan pengecoran halaman MI tetapi juga membangun 1 lokal ruang guru. Semoga semangat ini tetap terus terjaga. (Rokhmani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *