Penegasan Sikap Muhammadiyah Banjarnegara pada Pemilu 2019

Salah satu yang menjadi pokok bahasan pada Musyawarah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara (Musypimda) yang dilaksanakan pada hari Sabtu (16/03) adalah penegasan sikap Muhammadiyah Banjarnegara pada Pemilu 2019. 

Pembahasan materi ini dilaksanakan pada sidang Komisi A yang bertempat di Gedung B PDM banjarnegara, dengan peserta sidang anggota PDM, Lembaga Hikmah Kebijakan Publik PDM, serta perwakilan dari PCM beserta ortom tingkat Daerah Banjarnegara. 

Berikut adalah pernyataan sikap PDM Banjarnegara sebagai pesan dan ajakan moral tentang penyelenggaraan Pemilu 2019 ;

  1. Muhammadiyah memandang Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses politik yang sangat bermakna, strategis, serta menentukan eksistensi, arah perjalanan dan masa depan bangsa dan negara Indonesia. Pemilu bukanlah ritual politik dan suksesi kepemimpinan belaka, tetapi momentum jihad politik dan sarana membangun demokrasi yang subtantif dan mengakhiri transisi dan segala bentuk eksperimen politik yang selama ini ditengarai semakin menjauhkan kehidupan kebangsaan dari misi mulia reformasi dan cita-cita nasional 1945. Demokrasi yang serba bebas tanpa tanggung jawab moral yang tinggi hanya menghasilkan kehidupan politik nasional yang sarat transaksional, korupsi, politik dinasti dan gaya hidup elit yang jauh dari standar moralitas agama dan budaya luhur bangsa Indonesia;
  2. Memberikan dukungan penuh terhadap program Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) untuk mendorong, membina dan memfasilitasi kader-kader Muhammadiyah yang berkemampuan untuk berhidmad dalam dakwah melalui jalan politik praktis dalam wadah partai politik dan atau peran politik kebangsaan sebagai penyelenggara pemilu dan peran-peran lainnya;
  3. Berkomitmen untuk memberikan akses secara proporsional kepada kader Muhammadiyah calon legislatif untuk bersosialisasi kepada konstituen keluarga besar Muhammadiyah sesuai dengan daerah pemilihannya dengan senantiasa menjaga etika berpolitik, kejujuran dan menghindarkan diri dari money politik atau sejenisnya serta senantiasa berpedoman kepada pedoman persyarikatan dan peraturan perundangan lainnya;
  4. Berkomitmen untuk menggerakkan partisipasi warga Muhammadiyah dalam perhelatan politik 2019 dengan prioritas memenangkan kader dan atau calon yang berkomitmen kuat terhadap dakwah Islam dan keberpihakan terhadap Islam dan Umat Islam sebagai wujud kesungguhan Jihad Politik Muhammadiyah;
  5. Mendorong kepada warga Muhammadiyah untuk terlibat secara aktif dalam menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan Istiqamah dalam menegakkan khittah dan kebijakan Persyarikatan.

Harapannya pernyataan sikap ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh warga Muhammadiyah dalam mensukseskan Pemilu sehingga melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah, berpihak kepada rakyat, umat Islam pada umumnya, dan Muhammadiyah pada khususnya. (fit.zna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *