PRM Pesantren Launching Mobil Lazismu

Satu lagi mobil layanan umat Lazismu di jajaran PCM Wanayasa diluncurkan. Kali ini mobil layanan umat yang diperkenalkan adalah milik Lazismu PRM Pesantren. Peluncuran mobil Lazismu dilaksanakan bertepatan dengan Pengajian Rutin Ahad Wage bertempat di kompleks Masjid Al Ikhlas Desa Pesantren (14/4/2019).

Dalam sambutannya, H. Hartono selaku Ketua PRM Pesantren menegaskan bahwa mobil layanan umat lazismu ini dapat dimanfaatkan oleh semua warga Desa Pesantren. Prioritas layanan adalah untuk mengantar jamaah yang sakit, anak-anak yang akan khitan, dan kegiatan pimpinan berkaitan dengan rapat organisasi. “Mobil ini dari umat, oleh umat, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat,” tegasnya.

PCM Wanayasa menyampaikan ucapan selamat atas peluncuran mobil layanan umat ini. Rokhmani, Sekretaris PCM Wanayasa dalam sambutannya berharap agar mobil dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melayani jamaah. Lebih lanjut dijelaskan, dengan bertambahnya mobil Lazismu PRM Pesantren, maka di PCM Wanayasa sudah ada 3 mobil layanan umat. PRM yang sudah memiliki mobil layanan umat adalah Wanayasa, Balun, dan Pesantren. “Semoga ke depan ranting-ranting lain segera menyusul untuk pengadaan mobil Lazismu sehingga pelayanan terhadap jamaah semakin baik,” harapnya.

Sementara itu, pengajian menghadirkan ustaz Dr. H. Ibnu Hasan, M.S.I dari PDM Banyumas. Dalam kesempatan ini ustaz Ibnu menjelaskan sebuah hadits yang berbunyi: “Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya: ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahan.” Seseorang bertanya: ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahan itu?” Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Cinta dunia dan takut akan kematian.” (HR Abu Dawud 3745 dari Tsaubah).

Lebih lanjut dijelaskan, pesan KHA Dahlan : “Menjaga dan memelihara Muhammadiyah bukanlah suatu perkara yang mudah. Karena itu aku senantiasa berdoa setiap saat hingga saat-saat terakhir aku akan menghadap kepada Illahi Rabbi. Aku juga berdoa berkat dan keridlaan serta limpahan rahmat karunia Illahi agar Muhammadiyah tetap maju dan bisa memberikan manfaat bagi seluruh ummat manusia sepanjang sejarah dari zaman ke zaman.”

Menurut pendapat KH. Ahmad Dahlan, kemunduran umat Islam karena; 1. sebagian besar umat Islam terlalu jauh meninggalkan ajaran Islam, dan 2. kemerosotan akhlak sehingga penuh ketakutan seperti kambing dan tidak lagi memiliki keberanian seperti harimau.

Maka, agar umat Islam menjadi kuat dakwah harus berbasis masjid; ada upaya memakmurkan  masjid secara optimal; mengawal jamaah sebagai aset sekaligus investasi dakwah yang paling berharga. Muhammadiyah memiliki sistem jamaah yang sudah dicetuskan nsejak tahun 1968 yakni Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ).

GJDJ dilakukan dengan membentuk kelompok jamaah (10 KK dipimpin seorang ketua kelompok jamaah). Setiap ketua kelompok jamaah bertugas menyukseskan lima pilar dakwah yaitu; menyukseskan shalat berjamaah di masjid, menyukseskan pengajian rutin di masjid, menyukseskan pengumpulan zakat, infak dan shodaqoh, menyukseskan gerakan ekonomi umat, dan menyukseskan gerakan persyarikatan/ organisasi.

“Kuncinya adalah pemberdayaan jamaah berbasis masjid dengan kekuatan dana umat (zakat, infaq dan shadaqah) yang dikelola dengan baik oleh Lazismu dengan model manajemen satu atap. Semua potensi dana umat dihimpun dan dikelola dalam satu wadah Lazismu agar lebih kuat dan membawa manfaat lebih besar.” demikian penegasan ustaz Ibnu menutup pengajian yang dihadiri ribuan jamaah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *