Yang Suka Menjilat Pemerintah Bukanlah Kader Muhammadiyah

Pada hari ini, Sabtu (6/7) dilaksanakan Musyawarah Daerah ke-17 Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Banjarnegara. Acara dilaksanakan di MTs Muhammadiyah Sawal, Kecamatan Sigaluh.

Ketua panitia Musyda 17, Riza mengatakan bahwa Musyawarah Daerah dilaksanakan dalam rangka regenerasi pimpinan dan laporan pertanggung jawaban, serta penyusunan rencana program kerja Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Banjarnegara selama satu periode mendatang yang berjalan selama empat tahun, 2019 sampai dengan 2023.

Riza mengatakan bahwa Musyda kali ini seyogianya dilaksanakan dengan sebaik mungkin Karena di pundak pemudalah terpikul masa depan ummat, bangsa, dan persyarikatan. “dahulu kala Khalifah Umar bin Khattab ketika mengalami permasalahan yang pelik maka dia mengumpulkan pemuda” ungkapnya.

“Muhammad Al-Fatih menaklukkan konstantinopel pada usia dua puluh dua tahun. Padahal Konstantinopel adalah kerajaan yang terkenal sangat sulit untuk ditembus. Hampir mustahil. Lantas di usia sekarang apa yang sudah kita lakukan?” lanjutnya.

Dengan pelaksaaan Musyda yang baik harapannya hasilnya akan baik juga, sehingga bisa menjadikan Muhammadiyah jauh lebih baik. Muhammadiyah lahir sebelum Indonesia lahir. Sudah banyak sekali yang Muhammadiyah berikan kepada bangsa Indonesia. Banyak orang yang tercerdaskan oleh amal usaha pendidikan. Banyak orang-orang yang terbantu kesehatannya, yang lahir di amal usaha kesehatan Muhammadiyah, banyak yang tersejahterakan melalui amal usaha sosial Muhammadiyah. Itu adalah bukti bahwa Muhammadiyah itu telah banyak memberi dan sampai hari ini belum berhenti untuk memberi. Sehingga lahir slogan Ta’awun untuk Negeri.

“jadi, jika ada kader Muhammadiyah yang suka menjilat kepada pemerintah harus dikoreksi, mungkin dia bukan kader Muhammadiyah, karena Muhammadiyah suka memberi” tutupnya. (fit_zna)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *