Ortom

Yang Suka Menjilat Pemerintah Bukanlah Kader Muhammadiyah

Yang Suka Menjilat Pemerintah Bukanlah Kader Muhammadiyah

Ortom
Pada hari ini, Sabtu (6/7) dilaksanakan Musyawarah Daerah ke-17 Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Banjarnegara. Acara dilaksanakan di MTs Muhammadiyah Sawal, Kecamatan Sigaluh. Ketua panitia Musyda 17, Riza mengatakan bahwa Musyawarah Daerah dilaksanakan dalam rangka regenerasi pimpinan dan laporan pertanggung jawaban, serta penyusunan rencana program kerja Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Banjarnegara selama satu periode mendatang yang berjalan selama empat tahun, 2019 sampai dengan 2023. Riza mengatakan bahwa Musyda kali ini seyogianya dilaksanakan dengan sebaik mungkin Karena di pundak pemudalah terpikul masa depan ummat, bangsa, dan persyarikatan. “dahulu kala Khalifah Umar bin Khattab ketika mengalami permasalahan yang pelik maka dia mengumpulkan pemuda” ungkapnya. “Muha

Pelantikan Kepala Sekolah BA se- kabupaten Banjarnegara

Ortom
PDA Banjarnegara mengadakan pelantikan Kepala Sekolah Bustanul Athfal sedaerah Banjarnegara. Pelantikan dilaksanakan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Banjarnegara pada Hari Sabtu tanggal 9 Februari 2019. Pelantikan dihadiri 269 orang yang terdiri dari Pengurus Harian dan Ketua Majelis / lembaga PDA Banjarnegara, Ketua Dikdasmen PCA se-kabupaten Banjarnegara, Kepala Sekoah yang dilantik, guru yang ditunjuk BA dan Kelomok Bermain Aisyiyah. Dalam pelantikan tersebut dilantik sebanyak 87 orang Kepala Sekolah BA.     Ketua PDA Banjarnegara, Dra Hj Mutmainah Sri Nuryati seusai melantik memberikan sambutan dan pengarahan. Dalam sambutan pengarahannya ketua PDA Banjarnegara mengharapkan agar para KS yang baru saja dilantik mampu menjalankan tugasnya dengan baik, dan mampu menjadi perempuan yang berk
PDA Banjarnegara Selenggarakan Workshop Pendampingan Mualaf

PDA Banjarnegara Selenggarakan Workshop Pendampingan Mualaf

Ortom
Dalam rangka meningkatkan pemahaman warga Aisyiyah tentang pembinaan dan pendampingan terhadap mualaf, PDA Banjarnegara selenggarakan Workshop Pendampingan  mualaf. Kegiatan yang  dimotori oleh Majelis Tabligh ini dilaksanakan pada hari Ahad, 27 Januari 2019 menyelenggarakan Workshop Pendampingan Mualaf. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Dakwah Aisyiyah Banjarnegara yang terletak di Jalan Pemuda 85. Workshop Pendampingan Mualaf diikuti oleh sekitar 62 orang yang terdiri dari 12 orang utusan PDA dan utusan dari cabang Se- kabupaten Banjarnegara masing-masing cabang sebanyak 2 orang dari unsur Pengurus harian dan ketua tabligh Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada peserta tentang seluk beluk pendampingan mualaf. Kegiatan dibuka secara resmi oleh ketua PDA Banjarnegara yang
PCA Pejawaran Gembleng Kadernya  Menjadi Mubalighat Handal

PCA Pejawaran Gembleng Kadernya Menjadi Mubalighat Handal

Ortom
Dalam rangka meningkatkan kualitas kadernya, PCA Pejawaran menyelenggarakan Pelatihan Mubalighat. Pelatihan Mubalighat Cabang Pejawaran di dilaksanakan selama dua  hari  dengan menginap yaitu Hari Sabtu-Ahad tanggal 12-13 Januari 2019.  Kegiatan pelatihan dilaksanakan di gedung MIM Penusupan, dan diikuti oeh 68 peserta dari ranting secabang Pejawaran.  Saat diwawancarai ketua Cabang Aisyiyah Pejawaran, Chayatuti, S.Pd menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali para peserta agar bisa menjadi mubalighat yang handal. Ketua Cabang Muhammadiyah Pejawaran, H. Cipto Sudiro dalam sambutan dan isiannya mengajak kembali pada peserta agar makin memperkokoh keyakinannya dalam bermuhammadiyah.  Diingatkan juga agar kita bisa menyikapi akhir zaman ini dengan baik dan selalu bepegang tegu
Membangkitkan Kembali Semangat Kader  dalam Bermuhammadiyah, PCNA Binorong Gelar Darul Arqom

Membangkitkan Kembali Semangat Kader dalam Bermuhammadiyah, PCNA Binorong Gelar Darul Arqom

Cabang Ranting, Ortom
Masalah umum yang sedang dihadapi oleh sebagian Cabang saat ini adalah “ Masalah Pengkaderan”. Para Kader yang sudah duduk dalam kepemimpinan mengalami kelesuan dalam menggerakkan organisasi sehingga seolah hidup ennggan mati tak mau. Sementara sebagian masyarakat lainnya menganggap berorganisasi/bermuhammadiyah itu tidak penting, yang penting islam dan menjalankan ibadah secara individu tanpa mengganggu orang lain, sebagian lagi lebih tertarik dengan organisasi islam yang lain. Fenomena inilah yang sekarang terjadi di sebagian  Cabang saat ini. Padahal pengkaderan dan semangat berorganisasi adalah suatu hal yang sangat penting penting untuk kelangsungan  organisasi saat ini dan yang akan datang. Guna membangkitkan kembali semangat dalam bermuhammadiyah, PCNA Binorong menggelar Kegiatan D